(3) PLP dan banyaknya teman
Selalu mengingat do'a apa yang dipanjatkan selama belum kuliah, yaitu minta teman yang banyak sama Allaah. Ternyata, kalau banyak manusia dijadikan teman dekat juga butuh manajemen. Terdengar aneh dan sepele, tapi sepertinya memang butuh seni dalam hal ini.
Mungkin memang aku yang salah dan kurang tuntas dalam membaca, juga gagal dalam praktek lapangan. Siapa sangka banyak teman yang memercayai kita dan menjadikan/menganggap kita sebagai teman dekatnya? Padahal apa yang kulakukan di awal hanyalah salah satu praktekku untuk menyentuh hati-hati manusia agar bisa menjadi teman bahkan saudara.
Siapa sangka mereka menaruh perasaan cemburu saat kita terlihat bersama dengan teman yang lainnya? Siapa sangka ternyata balasan singkat dan seadanya bisa melukai hati-hati teman kita? Padahal diri tak pernah meniatkan seperti apa yang mereka kira.
Siapa sangka ketika kita bersama dengan teman yang lain, dinilai tak mau bersamanya. Dan dianggap memilih yang lain.
Waw, semuda ini kah lingkar pertemanku?
Sedang' usia sudah bukan remaja, dan aku bukan orang yang semenyenangkan itu.
Tapi, cinta tak bisa dipaksa itu memang benar adanya. Meski di dalam pertemanan sesama perempuan. Namun kalian yang pernah mengenalku adalah saudari-saudariku yang aku syukuri. Terima kasih ya.
~~~
Hemm, kira-kira begitulah prolognya.
Mari disambungkan ke cerita PLPku, pekan ini adalah pekan memilih sekolah yang akan dijadikan tempat mahasiswa/i FKIP PLP. Dengan keadaan pandemi, kami pun diarahkan untuk memilih sekolah sendiri di dekat tempat tinggal.
The power of banyak teman, aku yang sudah mempunyai sasaran sekolah dan ingin sendiri-mandiri tak banyak bicara. Ternyata, beberapa teman mengajakku untuk PLP bersama. Yang paling parah adalah, namaku didaftarkan oleh salah satu temanku di salah satu sekolah nan jauh di sana😩
Dahlah, gak ngerti lagi. Tapi sangat bersyukur sekali mereka peduli. Tapiii yang menyedihkan adalah...
...pada akhirnya mungkin aku melukai mereka dengan segala penolakan-penolakanku.
Sekian.
Comments
Post a Comment