Cahaya



"Tarik nafas.. tahan, hembuskan. Bayangkan kamu berada di tempat yang paling kamu suka, di tempat yang paling nyaman. Sangat nyaman, sendirian....Tiba-tiba ada sosok yang semakin mendekat. Dia adalah orang yang paling kamu benci, dia semakin mendekat lalu kamu tersenyum lebar kepadanya. Dan memeluknya erat meminta maaf." 
Seketika sesuatu meleleh dari mata, sangat meleleh.

Masih dalam keadaan rileks dan mendengarkan."Kamu berdiri melihat sebuah cahaya, cahaya itu berwarna biru. Sangat terang dan semakin terang, kamu pun mendekati cahaya tersebut. Terlihat ada sosok yang sangat mirip sekali denganmu, dia adalah diri kamu yang positif, optimis, bahagia, semangat..." 

"herftt" cairan dari hidung yang semakin tak tertahankan.

"Sosok itu adalah dirimu sendiri di dalam cermin...dalam hitungan ke tiga kamu akan masuk ke dalam, satu, dua, tiga!"..."Cahaya itu memasuki tubuhmu, memasuki dadamu, masuk ke dalam hatimu"

(hehe) Kurang lebih begitu, bersama Mrs.Yuna💖mengambil cahaya positif itu kembali ke dalam hati. Gak bisa mengingat kalimatnya dengan jelas karena terendam air mata. Intinya kita harus kembali ke fitrah kita sebagai manusia. Menjadi pribadi yang memaafkan, mengikhlaskan dan hal-hal positif lainnya. Tanpa negatif. 

Cahaya
Karya Aas Mutiara Aningrum

Kala sinarmu mulai meredup
Pastilah awan mendung menghalangi
Pertanda sendu akan turun
Memadamkan bara semangat

Biasa, begitulah rupa alam
Rasakan seluruhnya nikmat
Mentari tak selamanya pergi
Badai pun tak mungkin berlarut

Peluklah hangatnya fajar
Kuncinya hanya sebuah syukur
Tak perlu bosan mengejar
Bentangkan payung,
lindungi diri dari futur

Bukankah awan mendung membawa hujan?
Pastilah untuk menyirami hati
Menyejukkan diri, menumbuhkan layu
Selalu ada hikmah di setiap mata angin

Semangat itu dinyalakan
Bukan digelapkan setiap waktu
Penerangnya sudah jelas kau paham
Bergerak, tinggalkan gelapnya!
Semangat!

Nah menurut teman-teman apa arti puisinya?
Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar ya😉😊 boleh tanya-tanya atau kasih kritik dan saran. Terima kasih.
Salam pena!


Comments

Popular posts from this blog

Why Is My Name?

Muallaf- John Michaelson

(3) PLP dan banyaknya teman