(9) Katamu
Perjuangan itu adalah nyata
dalam semerbak aroma bunga
yang terkikis musim semi
berkilauan menepi di sisi
hari ini, di musim semi
besok, di musim hujan
lusa, di musim kemarau
tiba tiba engkau ada
tiba tiba engkau pergi
di matamu ketulusan
tirani hati mengikat
barangkali aku salah
kuterdiam bukan bisu
tak bicara
menutupi tiap hati
biar waktu saja menikmati kisah ini
biasakan diri
dalam keabadian
Comments
Post a Comment