Assalaamu'alaikum readers and writers.. The article above tells the name of Delana and Ember. Now.. I would like to tell you about my name. My name is Aas Mutiara Aningrum. Since I was a child I wondered w hy my first name was Aas? Actually I don’t like the name Aas. And why my last name was Aningrum? Why not Ningrum? And all answered by my mother; AAS is an abbreviation of Asli Anak Subang/Sunda because I was born in Subang and Subang is sunda land, but this is just a coincidence. MUTIARA is the name of my father’s place of work in Jakarta when I was born. Did you know that MUTIARA is a pearl. Pearl is a very valuable object. Right? Like me(hehe). As mentioned in the dictionary : And when I was child my nickname was taken from my middle name; Mutiara. Sometimes Muti, sometimes Mutia, Tia, Tiara, Ia. Then when I was in junior high school, my middle name was threatened with extinction. Friends and teachers all calle...
Assalaamu'alaikum.. I will introduce a book that I will devour. Tittle : Muallaf Author : John Michaelson Thickness : 343 pages First published in Indonesia, in 2014 by Gramedia Pustaka Utama Synopsis ‘Why did you decide to become a Muslim?’ This is a question often asked of me. Whenever I visit a mosque or musholla, whenever I avoid food and drink due to fasting, whenever I say ‘Peace be upon you’ to a fellow brother or sister. And you know what? I have never been able to offer a good enough answer. For I would need to talk of pain and heartache, of family and friendship, of laughter and longing. And ultimately, of finding love and acceptance in the heart of Indonesia. Which of course would mean travelling back to the very beginning. ‘Muallaf, one who converts to Islam, is the breathtaking story of a young British man’s psychological and spiritual journey. Without a doubt, this story will spritually enrich anyone who is looking for the stra...
Selalu mengingat do'a apa yang dipanjatkan selama belum kuliah, yaitu minta teman yang banyak sama Allaah. Ternyata, kalau banyak manusia dijadikan teman dekat juga butuh manajemen. Terdengar aneh dan sepele, tapi sepertinya memang butuh seni dalam hal ini. Mungkin memang aku yang salah dan kurang tuntas dalam membaca, juga gagal dalam praktek lapangan. Siapa sangka banyak teman yang memercayai kita dan menjadikan/menganggap kita sebagai teman dekatnya? Padahal apa yang kulakukan di awal hanyalah salah satu praktekku untuk menyentuh hati-hati manusia agar bisa menjadi teman bahkan saudara. Siapa sangka mereka menaruh perasaan cemburu saat kita terlihat bersama dengan teman yang lainnya? Siapa sangka ternyata balasan singkat dan seadanya bisa melukai hati-hati teman kita? Padahal diri tak pernah meniatkan seperti apa yang mereka kira. Siapa sangka ketika kita bersama dengan teman yang lain, dinilai tak mau bersamanya. Dan dianggap memilih yang lain. Waw, semuda ini kah lingkar perte...
Comments
Post a Comment